Sepeda BMX merah





Di umur 5 tahun, pertamanya aku belajar bersepeda itupun gara-gara tetangga sebelah rumah, setiap sore tanpa rasa lelah selalu sepeda aja yang jadi mainan, mungkin karena senang jadinya biapun berkali-kali jatuh tapi tetap asik aja. Dari itulah akupun mulai termotivasi ingin juga bisa naik sepeda. Setiap temanku bermain sepeda aku selalu dekati, sambil memberi semangat kedia agar bisa mengayuh sepeda bututnya, Sesekali aku berteriak hayoo jangan jatuh kamu pasti bisa, akhirnya dia terus bersemangat. Lama-lama dia merasa lelah juga mutar-mutar terus,  diapun mulai beristirahat sebentar, nah disitulah aku dekatin dia dan bilang boleh juga ikut belajar naik sepeda sambil agak malu-malu gitu hehehe..(Modus) hmm dia sih orangnya nggak pelit-pelit amet jadinya akupun di perbolehkan main sepeda dia.
Ini nih pengalam pertama belajar naik sepeda, yang jelasnya hal yang aku pikirkan adalah mengayuh pedalnya agar bisa berjalan dan berusaha agar tidak jatuh. Dengan penuh semangat serta memberanikan diri , aku mulai dengan kaki kanan hmm kok jadinya miring kekiri hadeww susah juga menyeimbangkan badan. Ya tapi tetap harus dicoba terus dan temankupun selalu memberiku motivasi dan  semangat agar bisa mengendarai sepada.
Pesan temanku disaat aku mulai belajar naik sepeda, yang harus kamu lakukan adalah“kalau posisi kamu mau jatuh kekana badanmu miringkan kesebelah kiri dan sebaliknya, itulah kata-kata sakti temanku yang selalu aku ingat. Akhirnya akupun terus mencoba dan dengan penuh harapan. kata-kata sakti yang selalu aku ingat setiap memulai kayuhan pertama adalah“ kalau miring kekiri berarti aku harus memiringkan badanku kekanan, percobaan pertama tidak berhasil, coba lagi yang ke kedua juga belum berhasil. Yang ada dipikiranku ya kata-kata itu terus. Coba lagi-coba lagi  jatuhnya aja yang dapat, tapi belum juga berhasil.
Besoknya lagi jadi lebih penasaran. Harus dicoba lagi nih biar bisa, pagi-pagi waktu berangkat kesekolah yang dipikirkan Cuma cara manaiki sepeda, dan sampai disekolahpun masih kepikiran itu juga. Resikonya pasti nggak konsen belajar.
Ayah selalu melihatku bagaimana seriusnya aku belajar naik sepeda, dia hanya melempar senyuman karena usahaku yang keras ingin bisa naik sepeda. Akhirnya temanku mengeluarkankata-kata saktinya lagi, katanya “ mamaku bilang supaya kita bisa naik sepeda kita harus jatuh dan luka dulu baru bisa ‘’ wah aku jadi lemas juga dengarnya,dalam hatiku berkata emang apa hubungannya jatuh dan luka sama kemampuan kita menyeimbangkan badan menaiki sepeda, kan bisa aja nggak mesti jatuh sampai luka, kenapa harus dibiarkan luka.
Kesungguhanku dalam berusaha hampir setiap hari secara rutin akhirnya membuahkan hasil, aku bisa mengendarai sepeda tanpa terjatuh dengan jarak hampir 3 meter,hatiku berkata ternyata aku bisa juga melakukannya,ternyata usaha yang selama ini aku lakukan dengan sungguh-sungguh ternya mulai membuahkan hasil, rasa senangpun mulai menyelimutiku tentunya hari kehari kesenangan ini terus berlanjut bersama sepeda.
Ternyata, ayahku diam-diam merencanakan sesuatu untukku. Benar sekali aku dibelikan sepada BMX warna merah. Sungguh Senang sekali rasanya, harapan yang selama ini aku inginkan akhirnya terwujud juga. Seperti pada umunya Sepeda BMXku masih beroda 4, hehehee tapi roda yang dua sudah dilepas karena aku sudah mulai mahir menaiki sepeda dengan roda 2. Setiap harinya selesai pulang sekolah sepedalah yang menjadi tujuan, hampir-hampir aku lupa makan.
Dikelas 1 SD aku mempunyai teman akrab dia orang jawa barat, ayahnya adalah pengusaha tahu. Rumahnya tidak terlalu jauh dengan rumahku, hampir setiap hari kami selalu bersama, dari bermain sepeda, memanjat pohon, bermain layang-layang, bermain cungkit, jadi-jadian, pondok-pondokan semuanyalah hampir separuh waktu kami bermain bersama.
Acek, itu nama panggilannya nama aslinya adalah rudi lesmana, dia suka stylis dengan gaya rambut jambul lengkungnya hehee... itupun terinspirasi dari gayarambutku. Saking styslisnya pernah kena hukum disekolah pada waktu upacara karena tidak membawa topi hehehe.
Waktu kelas 1 kami Cuma jalan kaki dari rumah ke sekolah, karena jarah tempuh antara sekolahan tidaklah jauh. Jam setengah 7 kami mulai jalan. Masuk seperti biasa jam 7. Dari kelas 1 sampi kelas 4 kami belum pernah naik sepeda kesekolahan, sekitar kelas 5 kami mulai menggunakan sepeda kesekolah. Karena, kedua orang tua belum memberikan kepercayaan kepada kami untuk menaiki sepeda pergi kesekolah, biasalah takutnya kenapa-napa dijalanan. Barulah di kelas 5 kami mulai menggunakan sepeda pergi kesekolah.
Dikelas 5 pun aku sudah tidak pakai sepeda BMX merah lagi karena sudah ganti sepeda, sepeda BMX nya tidak bisa dipakai karena sudah kekecilan, akhirnya keluargaku yang mengadopsi nya. Waktu itu sebenarnya aku masih sayang sekali dengan sepeda itu, tapi rassanya mubazir jika tidak dipakai. Dan akupun harus bisa mengikhlaskan, mungkin ini sudah menjadi takdir untuk berpisah dengan sepeda BMX merahku.
Namun masa-masa bahagia itu tidak pernah terlupankan dan hilang termakan jaman. Semoga kebahagian-kebahagian lain akan terus berdatangan sehingga aku bisa membagikan kebahagian-kebahagian tersebut dengan orang-orang yang aku kasihi.
Sekian dulu cerita BMX merahnya.... nantikan cerita-cerita selanjutnya ya....
By-by :D




Comments